QINS-MR

Ayat & Dalil Terkait dalam Kategori Ini:
QS. Al-Baqarah : 155-157 QS. Ali 'Imran : 200
Surah ke-2

QS. Al-Baqarah (Sapi Betina) / 2 : 155-157

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوْفِ وَالْجُوْعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الْاَمْوَالِ وَالْاَنْفُسِ وَالثَّمَرٰتِۗ وَبَشِّرِ الصّٰبِرِيْنَ اَلَّذِيْنَ اِذَآ اَصَابَتْهُمْ مُّصِيْبَةٌ ۗ قَالُوْٓا اِنَّا لِلّٰهِ وَاِنَّآ اِلَيْهِ رٰجِعُوْنَۗ اُولٰۤىِٕكَ عَلَيْهِمْ صَلَوٰتٌ مِّنْ رَّبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ ۗوَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُهْتَدُوْنَ

Terjemahnya

"Kami pasti akan mengujimu dengan sedikit ketakutan dan kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Sampaikanlah (wahai Nabi Muhammad,) kabar gembira kepada orang-orang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan “Innā lillāhi wa innā ilaihi rāji‘ūn” (sesungguhnya kami adalah milik Allah dan sesungguhnya hanya kepada-Nya kami akan kembali). Mereka itulah yang memperoleh ampunan dan rahmat dari Tuhannya dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk."

Analisis Ilmiah & Medis

Tafsir Ringkas

(Tafsir Kemenag/Al-Misbah) Allah akan menguji kaum Muslimin dengan berbagai ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan (bahan makanan). Dengan ujian ini, kaum Muslimin menjadi umat yang kuat mentalnya, kukuh keyakinannya, tabah jiwanya, dan tahan menghadapi ujian dan cobaan. Mereka akan mendapat predikat sabar, dan merekalah orang-orang yang mendapat kabar gembira dari Allah. Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad saw agar memberitahukan ciri-ciri orang-orang yang mendapat kabar gembira yaitu orang yang sabar, apabila mereka ditimpa sesuatu musibah mereka mengucapkan: Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un ) (Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali). Kabar gembira itu ialah berita bahwa orang yang sabar itu mendapat berkat, ampunan, rahmat dan pujian dari Allah, dan mereka orang-orang yang mendapat petunjuk kepada jalan yang benar.

Korelasi Medis Modern

Korelasi medis kesehatan reproduksi & maternitas islami pada Resiliensi

Panduan Klinis (Askep)

Diagnosa Keperawatan

[D.0080] Ansietas Definisi: [D.0080] Kondisi emosi dan pengalaman subjektif individu terhadap objek yang tidak jelas akibat antisipasi bahaya. Penyebab/Faktor Risiko: [D.0080] Krisis situasional (kehamilan tidak direncanakan, persalinan pertama/primipara, perubahan peran menjadi orang tua); Kekhawatiran keselamatan janin; Kurang terpapar informasi. Tanda & Gejala: [D.0080] Mayor: Merasa bingung, Khawatir akibat kondisi yang dihadapi, Sulit berkonsentrasi, Tampak gelisah, Tampak tegang, Sulit tidur. Minor: Mengeluh pusing, Palpitasi, Tremor, Muka pucat, Nadi meningkat.

Intervensi Medis

[I.09314] Reduksi Ansietas Definisi: [I.09314 Reduksi Ansietas] Meminimalkan perasaan cemas, khawatir, firasat buruk, atau kegelisahan akibat antisipasi bahaya. Observasi: [I.09314 Reduksi Ansietas] 1. Identifikasi saat tingkat ansietas berubah (mis. kondisi, waktu, stresor). 2. Identifikasi kemampuan mengambil keputusan. 3. Monitor tanda-tanda ansietas verbal dan nonverbal (gelisah, takikardia, gemetar, napas cepat). Terapeutik: [I.09314 Reduksi Ansietas] 1. Ciptakan suasana terapeutik untuk menumbuhkan kepercayaan. 2. Temani pasien untuk mengurangi kecemasan dan memberikan rasa aman. 3. Dengarkan keluhan dengan penuh perhatian dan empati. 4. Gunakan pendekatan yang tenang, meyakinkan, dan tidak terburu-buru. Edukasi: [I.09314 Reduksi Ansietas] 1. Jelaskan seluruh prosedur tindakan klinis termasuk sensasi yang mungkin dialami. 2. Informasikan secara faktual mengenai diagnosis, pengobatan, dan prognosis. 3. Anjurkan keluarga untuk tetap mendampingi pasien. 4. Latih teknik relaksasi (napas dalam, distraksi, dzikir, relaksasi otot progresif). Kolaborasi: [I.09314 Reduksi Ansietas] 1. Kolaborasi pemberian obat anti-ansietas jika kecemasan berat mengganggu kestabilan tanda vital.

Intervensi Spiritual

Topik kesejahteraan psikologis bukan diagnosis otomatis; Ansietas hanya digunakan bila hasil pengkajian memenuhi indikator SDKI.

Teks berhasil disalin!
Beranda Cari Manual Masuk