QINS-MR

Surah ke-21

QS. Al-Anbiya (Nabi-Nabi) / 21 : 83-84

۞ وَاَيُّوْبَ اِذْ نَادٰى رَبَّهٗٓ اَنِّيْ مَسَّنِيَ الضُّرُّ وَاَنْتَ اَرْحَمُ الرّٰحِمِيْنَ ۚ فَاسْتَجَبْنَا لَهٗ فَكَشَفْنَا مَا بِهٖ مِنْ ضُرٍّ وَّاٰتَيْنٰهُ اَهْلَهٗ وَمِثْلَهُمْ مَّعَهُمْ رَحْمَةً مِّنْ عِنْدِنَا وَذِكْرٰى لِلْعٰبِدِيْنَ ۚ

Terjemahnya

"(Ingatlah) Ayyub ketika dia berdoa kepada Tuhannya, “(Ya Tuhanku,) sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit, padahal Engkau Tuhan Yang Maha Penyayang dari semua yang penyayang.” Maka, Kami mengabulkan (doa)-nya, lalu Kami lenyapkan penyakit yang ada padanya, Kami mengembalikan keluarganya kepadanya, dan (Kami melipatgandakan jumlah mereka) sebagai suatu rahmat dari Kami dan pengingat bagi semua yang menyembah (Kami)."

Analisis Ilmiah & Medis

Tafsir Ringkas

(Tafsir Kemenag/Al-Misbah) Dengan ayat ini Allah mengingatkan Rasul-Nya dan kaum Muslimin kepada kisah Nabi Ayyub a.s. yang ditimpa suatu penyakit yang berat sehingga berdoa memohon pertolongan Tuhannya untuk melenyapkan penyakitnya itu, karena ia yakin bahwa Allah amat penyayang. Pendapat ulama lain mengatakan bahwa Nabi Ayyub pada ayat ini hanya mencurahkan isi hatinya kepada Allah seraya mengagungkan kebesaran Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang. Walaupun berbeda-beda riwayat yang diperoleh tentang Nabi Ayyub, baik mengenai pribadinya, masa hidupnya dan macam penyakit yang dideritanya, namun ada hal-hal yang dapat dipastikan tentang dirinya, yaitu bahwa dialah seorang hamba Allah yang saleh, telah mendapat cobaan dari Allah, baik mengenai harta benda, keluarga, dan anak-anaknya, maupun cobaan yang menimpa dirinya sendiri. Dan penyakit yang dideritanya adalah berat. Meskipun demikian semua cobaan itu dihadapinya dengan sabar dan tawakkal serta memohon pertolongan dari Allah dan sedikit pun tidak mengurangi keimanan dan ibadahnya kepada Allah. Oleh sebab itu, dalam ayat ini Allah mengabulkan doanya dan menyembuhkannya dari penyakit itu, serta mengaruniainya rahmat yang lebih banyak dari apa yang telah hilang dari tangannya, dan kemudian Allah mengangkatnya menjadi nabi. Setelah Nabi Ayyub sembuh dari penyakitnya beliau hidup bersama keluarganya kembali, dan keluarganya itu berkembang biak pula dengan subur, sehingga jumlahnya menjadi dua kali lipat dari jumlah semula. Kesemuanya itu adalah rahmat Allah kepadanya, atas keimanan, kesabaran, ketakwaan dan kesalehannya, Al-Qur'an mengungkapkan kisah ini untuk menjadi peringatan dan pelajaran bagi semua orang yang beriman dan beribadah kepada Allah, bahwa: a. Allah memberi rahmat dan pertolongan kepada hamba-Nya yang mukmin, bertakwa, saleh dan sabar. b. Orang-orang yang mukmin pun tidak luput dari cobaan, berat atau pun ringan, sebagai ujian bagi mereka. c. Orang yang beriman tidak boleh berputus asa dari rahmat Tuhannya. Semakin tinggi kedudukan dan tanggung jawab manusia, semakin berat pula cobaan yang diterimanya. Dalam hubungan ini Rasulullah saw bersabda: "Sa'ad bin Abi Waqash bertanya kepada Rasulullah, "Siapa orang yang paling berat cobaannya, Rasulullah menjawab, Orang yang paling berat cobaannya adalah para nabi, orang-orang yang mirip para nabi, kemudian orang-orang yang mirip mereka." (Riwayat Ibnu Majah dari Sa'ad bin Abi Waqash)

Korelasi Medis Modern

Korelasi medis kesehatan reproduksi & maternitas islami pada Depresi pada kanker reproduksi

Panduan Klinis (Askep)

Diagnosa Keperawatan

[D.0080; D.0096] Ansietas; Keputusasaan Definisi: [D.0080] Kondisi emosi dan pengalaman subjektif individu terhadap objek yang tidak jelas akibat antisipasi bahaya. [D.0096] Kondisi subjektif ketika seorang individu memandang keterbatasan atau tidak adanya alternatif pilihan serta tidak mampu memobilisasi energi. Penyebab/Faktor Risiko: [D.0080] Krisis situasional (kehamilan tidak direncanakan, persalinan pertama/primipara, perubahan peran menjadi orang tua); Kekhawatiran keselamatan janin; Kurang terpapar informasi. [D.0096] Riwayat infertilitas primer/sekunder lama; Keguguran berulang (habitual abortion); Komplikasi kehamilan berat; Ketiadaan dukungan pasangan/sosial. Tanda & Gejala: [D.0080] Mayor: Merasa bingung, Khawatir akibat kondisi yang dihadapi, Sulit berkonsentrasi, Tampak gelisah, Tampak tegang, Sulit tidur. Minor: Mengeluh pusing, Palpitasi, Tremor, Muka pucat, Nadi meningkat. [D.0096] Mayor: Mengungkapkan keputusasaan, Mengungkapkan tidak ada masa depan, Mengungkapkan tidak berdaya, Pasif, Kontak mata kurang. Minor: Afek datar, Kurang inisiatif, Pola tidur terganggu, Menarik diri.

Intervensi Medis

[I.09314; I.09310] Reduksi Ansietas; Promosi Harapan Definisi: [I.09314 Reduksi Ansietas] Meminimalkan perasaan cemas, khawatir, firasat buruk, atau kegelisahan akibat antisipasi bahaya. [I.09310 Promosi Harapan] Memfasilitasi perkembangan pandangan masa depan yang positif dan realistis. Observasi: [I.09314 Reduksi Ansietas] 1. Identifikasi saat tingkat ansietas berubah (mis. kondisi, waktu, stresor). 2. Identifikasi kemampuan mengambil keputusan. 3. Monitor tanda-tanda ansietas verbal dan nonverbal (gelisah, takikardia, gemetar, napas cepat). [I.09310 Promosi Harapan] 1. Identifikasi harapan pasien dalam konteks situasi kesehatannya. 2. Identifikasi mekanisme koping yang biasa digunakan saat menghadapi masa-masa sulit. Terapeutik: [I.09314 Reduksi Ansietas] 1. Ciptakan suasana terapeutik untuk menumbuhkan kepercayaan. 2. Temani pasien untuk mengurangi kecemasan dan memberikan rasa aman. 3. Dengarkan keluhan dengan penuh perhatian dan empati. 4. Gunakan pendekatan yang tenang, meyakinkan, dan tidak terburu-buru. [I.09310 Promosi Harapan] 1. Ciptakan lingkungan yang menumbuhkan rasa optimisme dan harapan. 2. Bantu pasien mengidentifikasi kekuatan diri, dukungan keluarga, dan sumber daya spiritual. 3. Berikan pengakuan atas kemajuan dan keberhasilan kecil dalam perawatan. Edukasi: [I.09314 Reduksi Ansietas] 1. Jelaskan seluruh prosedur tindakan klinis termasuk sensasi yang mungkin dialami. 2. Informasikan secara faktual mengenai diagnosis, pengobatan, dan prognosis. 3. Anjurkan keluarga untuk tetap mendampingi pasien. 4. Latih teknik relaksasi (napas dalam, distraksi, dzikir, relaksasi otot progresif). [I.09310 Promosi Harapan] 1. Ajarkan cara memecahkan masalah secara bertahap dan menetapkan tujuan yang realistis. 2. Bimbing pasien memperkuat tawakal dan doa kepada Sang Pencipta. Kolaborasi: [I.09314 Reduksi Ansietas] 1. Kolaborasi pemberian obat anti-ansietas jika kecemasan berat mengganggu kestabilan tanda vital. [I.09310 Promosi Harapan] 1. Libatkan kelompok pendukung (support group) ibu hamil/nifas sesama pejuang kehamilan.

Intervensi Spiritual

Topik depresi bukan diagnosis SDKI otomatis; perlu pengkajian psikologis. Ansietas/Keputusasaan hanya kandidat bila indikator diagnosis terpenuhi.

Teks berhasil disalin!
Beranda Cari Manual Masuk